Sab. Feb 29th, 2020

Beritakasino99.com

Segala berita terupdate setiap harinya

Indonesia Tak Boleh Memalukan Kualifikasi Piala Dunia

Indonesia Tak Boleh Memalukan Kualifikasi Piala Dunia

Beritakasino99.com – Jakarta, Timnas Indonesia diminta untuk tidak memalukan pada sisa laga putaran kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Tim berjulukan Skuat Garuda ini telah menelan lima kekalahan alias seluruh pertandingan.

Timnas Indonesia, dengan pelatih baru mereka, Shin Tae-yong bakal menantang Thailand pada 26 Maret 2020 dan Uni Emirat Arab (UEA) lima hari berselang dalam matchday keenam dan ketujuh Kuualifikasi Piala Dunia 2022.

Sebagai bentuk keseriusan, Timnas Indonesia melakukan persiapan lebih dini di Jakarta pada 13-23 Februari 2020.

indonesia-tak-boleh-memalukan-kualifikasi-piala-dunia
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Indonesia Tak Boleh Memalukan Kualifikasi Piala Dunia

“Walau bisa dikatakan tidak ada harapan untuk maju ke babak berikutnya, paling tidak jangan tampil memalukan,” ujar Cucu Somantri, Wakil Ketua PSSI dinukil dari Antara.

Cucu menerangkan, penampilan bagus Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 bakal berdampak positif. Satu di antaranya untuk memberikan semangat kepada timnas level usia.

“Mereka bisa mengangkat moral para juniornya. Itu penting,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) ini.

Selain melawan Thailand dan UEA, Timnas Indonesia masih menyisakan satu partai di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Skuat Garuda akan mengunjungi markas Vietnam pada 4 Juni 2020.

Harapan ke Shin Tae-yong

Cucu juga berharap tangan dingin Shin Tae-yong membawa pengaruh besar terhadap performa Timnas Indonesia. Paling tidak, Andritany Ardhiyasa dkk. memperlihatkan kerja keras di atas lapangan.

“Kami berharap Shin Tae-yong dapat membawa tim lebih bekerja keras dan disiplin karakter. Lalu evaluasi setiap kekurangan,” tutur Cucu.

Pada pemusatan latihan 13-23 Februari 2020, Shin Tae-yong memanggil 34 pemain. Skuat Timnas Indonesia didominasi oleh pemain muda.